Analisis Kebutuhan Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi Bagi Guru SD di Kabupatan Padang Pariaman

Abna Hidayati(1), Alwen Bentri(2), Vevi Sunarti(3),
(1) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(3) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v2i3.106240

Full Text:    Language : en

Abstract


Pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi guru SD di Kabupaten Padang Pariaman didasari analisis kebutuhan guru-guru tentang pengembangan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan tingkat penguasaan guru terhadap pengembangan bahan ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kebutuhan pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi informasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan angket. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini ada guru-guru kelas di Kabupaten Padang Pariaman  sebanyak 350 orang. Sampel diambil sebanyak 30 orang secara acak. Instrumen penelitian adalah angket yang diolah dengan menggunakan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pentingnya pengembangan bahan ajar tergolong tinggi yakni 66%. Selanjutnya  80% guru menyatakan sangat memerlukan materi pengembangan bahan ajar,  35% sangat perlu memiliki kemampuan untuk menyeleksi sumber bahan aja dan sebanyak 28% guru sangat memerlukan kemampuan dalam membuat bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan 1) guru diberikan kesempatan untuk mengembangkan bahan ajar, 2) pihak sekolah perlu memberikan pelatihan pengembangan bahan ajar bagi guru. harus faktual dan ringkas.

Keywords: Analisis Kebutuhan, Pelatihan, Bahan Ajar, Berbasis TI


Article Metrics

 Abstract Views : 78 times
 PDF Downloaded : 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.