POLITENESS PRINCIPLE IN “THE ELLEN DEGENERES SHOW” AND ITS IMPLICATION IN LEARNING ENGLISH (Content Analysis Study)

Naimatul Husni

Abstract


The aims of this research to examine in depth The principles of language politeness and politeness strategies that contained in The Talk Show “Ellen DeGeneres Show”. This research is a qualitative research using content analysis method. Data collection techniques and procedures used are documentation techniques; listened techniques, and record techniques. The results of The research showed: (1) Politeness principle that The most commonly used was The sympaty maxim about 68 utterances (36.55%), while generosity maxim was The least-used, 1 utterance (0.53%) ; (2) The most frequent violation of principle politeness was agreement maxim about 24 utterances (68.57%), while The least violation of principle of politeness was approbation maxim,  2 utterances (5.71%); (3) The implications of politeness in The learning of English is divided into two, Theoretical and practical implications. Theoreticaly, this research can also be used as a first step to research more about language politeness in a Talk Show. Practically this research can be used and used for teachers and students as discussion learning materials.

Key words:  Politeness, Talk Show, Principle Politeness

PRINSIP KESANTUNAN DALAM “THE ELLEN DEGENERES SHOW” DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
(Kajian Analisis Isi)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat di dalam Talk Show Ellen The DeGeneres Show serta bagaimana implikasinya dalam pemebelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Teknik dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Jenis – jenis prinsip kesantunan berbahasa yang paling banyak digunakan adalah maksim kesimpatian sebanyak 68 tuturan (36,55%), sedangkan maksim penerimaaan merupakan prinsip kesantunan berbahasa yang paling sedikit digunakan yaitu 1 tuturan (0,53%); (2) Pelanggaran prinsip kesantuanan berbahasa yang paling banyak ditemukan adalah pelanggaran maksim kecocokan yaitu sebanyak 24 tuturan (68,57%), sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit adalah pelanggaran maksim kemurahan yaitu 2 tuturan (5,71%); (3) Implikasi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Inggris terbagi dua yakni implikasi secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk bagi peneliti lainnya untuk meneliti lebih lanjut tentang kesantunan berbahasa dalam sebuah acara Talk Show. Secara praktis penelitian ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi guru dan siswa sebagai bahan materi pembelajaran diskusi.

Kata Kunci:  Kesantunan, Talk Show, Prinsip Kesantunan


Keywords


Politeness, Talk Show, Principle Politeness

References


Afrianda, P. D (2017). Pelanggaran skala kesantunan bertutur pada lirik lagu bapak kerdus kajian pragmatik. Komposisi: Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni. 18(1), 1-14

Ali, S., Kristina, D., Sumarlam. (2017). The politeness of asertive speech acts: Synergizing The Linguistic Politeness Device Conflict Resolution Comunication. Lingua Didaktika: Bahasa dan Pembelajaran Bahasa. 11(1), 22-35.

Ardi, H. Nababan, M. R., Djatmika, & Santosa, R. (2016). Politeness strategy in Indonesian translation: Has it already changed? Proceedings of The Third Prasasti International Seminar. 3, pp. 355-361.

Brown P. & Levinson, S.C. (1987). Politeness: Some universal in languange usage. Cambridge: Cambridge University Press

Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa, Jakarta: Rineka Cipta

Fachruddin, A. (2015). Cara Kreatif Memproduksi Program Televisi, Yogyakarta: CV Andi Offset

Leech, G. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik, Jakarta: Universitas Indonesia Press

Nadar, F. X. 2009, Pragmatik dan Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu

Prayitno, H. J. (2015). Tindak kesantunan berbahasa dalam dialektika pembelajaran pragmatik: Berdaya, berorientasi, dan berstrategi kesantunan positif.Seminar Nasional Prasasti II, pp. 24-35

Rahardi, K. (2005). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama

Sumatra, I W. A (2015). Kesantunan Berbahasa Dalam Naskah Drama Bila Malam Bertambah Malam, Karya Putu Wijaya dan Implikasinya Pada Pembelajaran Bahasa di SMA. Tesis. FKIP, Program Magister Pendidikan Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lampung

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa

Wardhaugh, R. (1987). Introduction to Sociolinguistic. Oxford: Basil Blackweel.

Yudyati, R. L. (2016). Kesantunan Berbahasa Dalam Pembelajaran Berkomentar. Skripsi. FKIP, Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Yule, G. (1996). Pragmatik, Oxford: University Press.




DOI: https://doi.org/10.24036/komposisi.v18i2.8415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, a peer-reviewed online journal in languages, literature, and arts education (previously known as Jurnal Bahasa dan Seni).

View My Stats

Creative Commons License
 
 Visitors since February 2017:

View My Stats

 

Published by:

Universitas Negeri Padang (UNP)
Address: Faculty of Languages and Arts (FBS) Universitas Negeri Padang. 
Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang - West Sumatera -Indonesia
Telp/Fax. +62751 7053363
Home page: http://ejournal.unp.ac.id/index.php/komposisi | e-mail:komposisi.fbsunp @ fbs.unp.ac.id | cc: havid_a @ fbs.unp.ac.id