TRANSFORMASI BENTUK FUNGSI DAN MAKNA SULAMAN BENANG EMAS NAGARI AIR BANGIS PASAMAN BARAT

Khoria Ashari(1), Eliya Pebriyeni(2),
(1) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24036/stjae.v14i4.137943

Full Text:    Language : id

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi signifikan sulaman benang emas Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, sebagai warisan budaya khas Minangkabau yang mengalami pergeseran bentuk dari tradisional yang padat dengan benang emas asli untuk perlengkapan adat menjadi produk sehari-hari seperti baju, tas, dan selendang dengan tambahan manik-manik serta kilok-kilok akibat komodifikasi, adaptasi material, dan perubahan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi bentuk, fungsi, dan makna sulaman tersebut. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif di Jorong Pasar Baru Utara melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengrajin senior seperti Rosna dan Riska Evera, serta dokumentasi foto dan arsip untuk triangulasi data. Hasil utama penelitian mengungkapkan bahwa terjadi perubahan bentuk dari sulam tokat padat dengan motif ombak-ombak dan buluah-buluah pada kain beludru hitam-merah menjadi variatif warna dan corak bebas sesuai selera pasar, perubahan fungsi dari sakral-simbolis sebagai pakaian raja, lambang kedewasaan, dan harga diri menjadi estetis-ekonomis untuk kostum tari, perayaan nagari, serta pendapatan UMKM, serta perubahan makna dari filosofis-alamiah menjadi komersial tanpa kedalaman simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi tersebut memperkaya pelestarian melalui inovasi namun berisiko memudarkan nilai budaya, sehingga direkomendasikan adanya edukasi generasi muda dan dukungan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.


References


Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya Offset.

Ogburn, William. F. (1922). Social change: With respect to culture and original nature. B. W. Huebsch

Pulukadang, W. R. (2009). Keterampilan Menghias Kain.Bandung: Angkasa

Soekanto, Soekanto 2013. Sosiologi Suatu Pengantar (cet-45). Jakrta: Rajawali.

Sugiyono. 2017. "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &. D”. Bandung: Alfabeta Bandung.


Article Metrics

 Abstract Views : 13 times
 Untitled (Bahasa Indonesia) Downloaded : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.