The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi signifikan sulaman benang emas Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, sebagai warisan budaya khas Minangkabau yang mengalami pergeseran bentuk dari tradisional yang padat dengan benang emas asli untuk perlengkapan adat menjadi produk sehari-hari seperti baju, tas, dan selendang dengan tambahan manik-manik serta kilok-kilok akibat komodifikasi, adaptasi material, dan perubahan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi bentuk, fungsi, dan makna sulaman tersebut. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif di Jorong Pasar Baru Utara melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengrajin senior seperti Rosna dan Riska Evera, serta dokumentasi foto dan arsip untuk triangulasi data. Hasil utama penelitian mengungkapkan bahwa terjadi perubahan bentuk dari sulam tokat padat dengan motif ombak-ombak dan buluah-buluah pada kain beludru hitam-merah menjadi variatif warna dan corak bebas sesuai selera pasar, perubahan fungsi dari sakral-simbolis sebagai pakaian raja, lambang kedewasaan, dan harga diri menjadi estetis-ekonomis untuk kostum tari, perayaan nagari, serta pendapatan UMKM, serta perubahan makna dari filosofis-alamiah menjadi komersial tanpa kedalaman simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi tersebut memperkaya pelestarian melalui inovasi namun berisiko memudarkan nilai budaya, sehingga direkomendasikan adanya edukasi generasi muda dan dukungan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.