Abstract
Minat membaca yang rendah di kalangan siswa sekolah dasar terus menjadi masalah signifikan karena memengaruhi keterampilan literasi dan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, salah satunya adalah folklor digital. Folklor digital menggabungkan teks, audio, visual, dan animasi untuk memberikan pengalaman membaca yang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan folklor digital dan menguji pengaruhnya terhadap minat membaca dan pemahaman bacaan siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Partisipan terdiri dari 60 siswa kelas empat dari dua sekolah dasar di Cirebon. Data dikumpulkan melalui kuesioner minat membaca dan tes pemahaman bacaan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji t sampel berpasangan dan sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai peningkatan yang lebih tinggi baik dalam minat membaca maupun pemahaman bacaan dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, folklor digital dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran literasi dan meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar.