Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa kelas III yang ditandai dengan kurangnya keaktifan, minat, dan ketekunan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) serta mengetahui peningkatan motivasi belajar matematika siswa setelah penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment menggunakan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDIT Darul Istiqomah Palangka Raya yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket motivasi belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 66,98 pada pretest menjadi 81,19 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penerapan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,5857 berada pada kategori sedang. Keterlaksanaan pembelajaran melalui metode reward dan punishment dalam model TGT terlaksana dengan baik, ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan siswa dalam diskusi kelompok, antusiasme saat mengikuti permainan dan turnamen, serta ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Pemberian reward berupa pujian, poin, dan penghargaan kelompok mampu meningkatkan semangat belajar siswa, sedangkan punishment yang bersifat edukatif membantu meningkatkan kedisiplinan siswa. Dengan demikian, penerapan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa.