Gambaran etnis dalam pengelolaan keuangan (studi empiris pada pedagang sembako di Kabupaten Sumba Timur)

Clara Willi - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Alliny Hutar - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Abstract


The presence of ethnic Bima and Wewewa in East Sumba, especially in the Matawai Market, Kota Waingapu District has provided many benefits through the contribution made in the trade sector. These two ethnic groups are able to control the market and can read opportunities and are able to meet consumer needs and become suppliers of basic necessities. By using a research sample of 40 people (20 ethnic Bima and the rest of Wewewa ethnicity) from 409 populations and the technical analysis of the data used in this research is a descriptive analysis showing that the Bima ethnicity obtained capital by making loans to banks as much as 45 percent, the Wewewa ethnic group obtained capital by making loans to the bank as much as 70 percent. In Bima, 80 percent of the total use of capital was to open a business, in the Wewewa ethnic group, the use of capital after obtaining capital was to use the capital to open a business and partly for personal needs as much as 55 percent. The Bima ethnic group invested as much as 70 percent, and for the Wewewa ethnic group, the investment made from the results of their business was as much as 50 percent.

Keywords


financial management, ethnicity, capital, and investment.

References


Agustinus, Jhon. 2014. Pengelolaan Keuangan Yang Efektif Dan Efisien Dalam Meningkatkan Kekuatan Ekonomi Bagi Masyarakat Papua Dan Papua Barat di Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen vo. 4. Nomor 4. Desember 2017.

Arini, S. 2017. Pengaruh Harga Sembako Terhadap Loyalitas Pelanggan di Pasar Paokmotong Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Perspektif Etika Bisnis Islam. Fakultas Syariah Ekonomi Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram 2017.

Badan Pusat Statistik, 2017. Sumba Timur dalam Angka 2017.

Badan Pusat Statistik, 2017.Kecamatan Kota Waingapu dalam Angka tahun 2013, sampai tahun 2017.

Data daftar nama penyewa kios Pasar Matawai, 2017.

Diyana, I.T.Y. 2017. Analisis Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Studi Pada Asosiasi Batik Manunggal Kabupaten Sleman.

Skripsi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Fajrinito, Rahmat. 2017. Pemasaran Dan Kondisi Sosial Ekonomi Distributor Sembako Di Perairan Sembilan Batang Hari Sumatera Selatan.

Firdausa, R. A. 2012. Pengaruh modal awal, lama usaha dan jam kerja terhadap pendapatan pedagang kios di Pasar Bintaro Demak.

Hartati, S. 2013. Manajemen Keuangan Untuk Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah.

Ihalauw, Jhon J. O. I. 2019. Dari Realita Bisnis Ke Teori Mini. Penentu Langkah Demi Langkah. Edisi Kedua.

Jaflo, F.D. 2015. Perilaku Pengelolaan Keuangan Keluarga Dalam Perspektif Etnis Dan Demografis.

Rante, Y. 2010. Pengaruh Budaya Etnis Dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil Agribisnsis Di Propinsi Papua.

Risnaningsih. 2017. Pengelolaan Keuangan Usaha, Mikro Dengan Economic Entity Concept.Jurnal Analisa Akuntasi Dan Perpajakan. Volume 1. Nomor 1. Unversitas Tribhunawa Tunggadewi Malang.

Suprapti, E. 2017. Pengaruh Modal, Umur, Jam Kerja Dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhartini, D. &Renanta J. A. 2017. Pengelolaan Keuangan Keluarga Pedagang Etnis Cina.JurnalRiset Ekonomi dan Bisnis Vol. 7. Nomor 2. Sebtember 2007.

Undang-Undang Republik Indonesia.2008. Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha, Mikro, Kecil Dan Menengah.

Warta KUKM, 2016, Penguatan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas.

Wiasti, N. M. 2012. Perempuan Berpelu Yang Tak Mengeluh: Studi Tentang Perempuan Pedagang Sayur Di Pasar Baturiti, Tabanan, Bali. Fakultas Sastra Universitas Udayana.




DOI: http://dx.doi.org/10.24036/jkmw02118760