Lumba-lumba Sebagai Ide Penciptaan Karya Lukisan Batik
), Nessya Fitryona(2), (1) Universitas Negeri Padang 
(2) Universitas Negeri Padang 
Corresponding Author
DOI : https://doi.org/10.24036/stjae.v14i2.135989
Full Text:
Language : id
Abstract
Karya seni batik terus berkembang tidak hanya sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai media ekspresi visual yang merepresentasikan nilai-nilai kehidupan. Namun, masih sedikit karya batik yang secara eksplisit mengangkat kehidupan satwa laut sebagai sumber inspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya lukisan batik yang memvisualisasikan lumba-lumba sebagai ide penciptaan, dengan menekankan pesan moral yang dapat diteladani manusia. Metode penciptaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dengan mengumpulkan informasi tentang kehidupan lumba-lumba, elaborasi untuk memantapkan ide dan analisis visual, sintesis dengan menggabungkan konsep berkarya dan objek lumba-lumba, realisasi berupa pembuatan sketsa, persiapan bahan dan alat, serta penggarapan karya menggunakan teknik batik lukis kombinasi sulam, hingga tahap finishing. Karya yang dihasilkan berjumlah sepuluh lukisan batik, terdiri atas enam karya berorientasi potret dan empat karya lanskap. Setiap karya merepresentasikan narasi kehidupan lumba-lumba dengan judul “Tolong-menolong”, “Sejoli”, “Kasih Ibu”, “Berburu”, “Pertemanan”, “Menerjang Ombak”, “Bebas”, “Pemandu Laut”, “Kehidupan Pertamanya”, dan “Menyerang Musuh”. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visualisasi lumba-lumba melalui media batik dapat menghadirkan estetika baru sekaligus sarana refleksi nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan perjuangan hidup. Kesimpulannya, karya akhir ini memperlihatkan potensi batik sebagai media ekspresi yang mampu menyampaikan pesan moral dalam seni batik.
Kata Kunci: Lumba-lumba; Lukisan; Batik; Nilai Kehidupan.
References
Acharyya, T., Das, D. B., Raulo, S., Srichandan, S., Baliarsingh, S. K., Singh, S., Sudatta, B. P., & Sahoo, C. K. (2023). Surviving in a warming and crowded world: a review of Irrawaddy dolphin in Asia’s largest brackish water lagoon. Journal of Coastal Conservation, 27(5), 50.
Adnyana, W., Timor, R. Y., & Siswanto, S. (2023). Profil Leukosit Lumba-Lumba Hidung Botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) di Taman Benoa Eksotik, Bali. Prosiding Seminar Nasional FKH UNUD, 120–126.
Audrian, N. (2019). MAKNA PENGALAMAN PELATIH BERINTERAKSI DENGAN LUMBA-LUMBA DALAM PERTUNJUKAN" DOLPHIN SHOW" OCEAN DREAM SAMUDRA. Jurnal Common, 3(1), 81–93.
Bandem, I made (2001), " metologi penciptaan seni, Kumpulan Bahan Mata Kuliah" Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.
Braulik, G. T., Taylor, B. L., Minton, G., Notarbartolo di Sciara, G., Collins, T., Rojas‐Bracho, L., Crespo, E. A., Ponnampalam, L. S., Double, M. C., & Reeves, R. R. (2023). Red‐list status and extinction risk of the world’s whales, dolphins, and porpoises. Conservation Biology, 37(5), e14090.
Cahyono, E. (2019). Kehidupan Fauna Sebagai Sebagai Ide Penciptaam Karya Seni Patung. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Chia, P., & Fitryona, N. (2022). Analisis Karya Seni Lukis Yasrul Sami. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 598. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39582
Cozzi, B., Huggenberger, S., & Oelschläger, H. A. (2016). Anatomy of dolphins: insights into body structure and function. Academic Press.
Jawindra, M. R., & Safitri, E. (2025). BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI PADA CETACEA-Lumba-Lumba, Paus, dan Pesut. Airlangga University Press.
Jefferson, T. A. (2019). Endangered odontocetes and the social connection: Selected examples of species at risk. In Ethology and behavioral ecology of odontocetes (pp. 465–481). Springer.
Jompa, J., Dartanto, T., Burhani, A. N., Koropitan, A. F., Tjoa, A. B., Utami, P., Muhamad, R., Martien, R., Nasir, S., & Subronto, Y. W. (2016). SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan (Edisi Final). Indonesian Academy of Sciences.
Maglieri, V., Vantaggio, F., Pilenga, C., Böye, M., Lemasson, A., Favaro, L., & Palagi, E. (2024). Smiling underwater: Exploring playful signals and rapid mimicry in bottlenose dolphins. Iscience, 27(10).
Neves, J., Giger, J.-C., Piçarra, N., Alves, V., & Almeida, J. (2021). Social representations of sharks, perceived communality, and attitudinal and behavioral tendencies towards their conservation: An exploratory sequential mixed approach. Marine Policy, 132, 104660.
Plön, S., Atkins, S., Cockcroft, V., Conry, D., Dines, S., Elwen, S., Gennari, E., Gopal, K., Gridley, T., & Hörbst, S. (2021). Science alone won’t do it! South Africa’s endangered humpback dolphins Sousa plumbea face complex conservation challenges. Frontiers in Marine Science, 8, 642226.
Santostasi, N. L., Bonizzoni, S., Gimenez, O., Eddy, L., & Bearzi, G. (2021). Common dolphins in the Gulf of Corinth are Critically Endangered. Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems, 31, 101–109.
Servais, V. (2020). Enchanting dolphins: an analysis of human–dolphin encounters. In Animals in person (pp. 211–229). Routledge.
Wang, J. Y., Riehl, K. N., Klein, M. N., Javdan, S., Hoffman, J. M., Dungan, S. Z., Dares, L. E., & Araújo-Wang, C. (2016). Biology and conservation of the Taiwanese humpback dolphin, Sousa chinensis taiwanensis. In Advances in marine biology (Vol. 73, pp. 91–117). Elsevier.
Article Metrics
Abstract Views : 120 times
PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 28 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.



.png)

2.png)
.png)

.png)