Abstract
Bekerja sebagai guru sekaligus ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah dan penuh tantangan bagi seorang perempuan, Kondisi ini dapat menimbulkan gejala stres pada guru perempuan seperti kelelahan, pusing, mudah tersinggung, dan perasaan depresi. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stres kerja adalah beban kerja dan konflik peran ganda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja dan konflik peran ganda terhadap stres kerja pada guru perempuan yang sudah menikah. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru SMA perempuan di Kecamatan X yang berjumlah 142 orang dengan karakteristik sudah menikah dan mempunyai anak minimal 1 orang. Pengumpulan data menggunakan tiga skala yaitu skala stres kerja, skala beban kerja, dan skala konflik peran ganda. Dengan analisis regresi berganda, analisis data menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar 111,834 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja guru perempuan yang sudah menikah ditinjau dari beban kerja dengan konflik peran ganda. Sumbangan efektif beban kerja dan konflik peran ganda terhadap stres kerja sebesar 61,1%, dengan rincian sumbangan efektif beban kerja dan konflik peran ganda sebesar 42,5% 19,2%. Terdapat perbedaan stres kerja pada guru perempuan yang sudah menikah, dilihat dari usia.