Abstract
Pengupasan overburden pada tambang terbuka merupakan tahap krusial dalam operasi penambangan batubara, di mana perencanaan fleet alat berat seperti excavator dan dumptruck sangat memengaruhi efisiensi dan produktivitas. PT Satria Bahana Sarana, kontraktor pertambangan di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, menghadapi ketidakseimbangan produktivitas akibat waktu tunggu (delay) pada alat gali-muat dan angkut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan fleet berdasarkan tingkat produktivitas aktual untuk mencapai target pengupasan overburden sebesar 1.817.000 BCM. Hasil penelitian menunjukkan variasi produktivitas alat gali-muat dan angkut pada lima fleet, dengan tingkat keserasian kerja (MatchFactor/MF) yang tidak optimal. Pada fleet 1, 2, dan 5, MF > 1 menunjukkan underutilizationexcavator, sementara fleet 3 dan 4 mengalami antrian dumptruck (MF < 1). Evaluasi mengusulkan penambahan unit dumptruck dari 6 menjadi 7 per fleet untuk mencapai MF = 1, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam optimasi penggunaan alat berat untuk mencapai target produksi.