Abstract
Fragmentasi batuan merupakan aspek penting dalam peledakan karena memengaruhi efisiensi dan biaya operasional seperti pemuatan dan pengangkutan. Di PT Semen Baturaja Tbk, fragmentasi batuan hasil peledakan belum mencapai target 90% untuk ukuran < 80 cm, sehingga masih diperlukan secondary blasting yang meningkatkan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi fragmentasi serta memberikan rekomendasi optimalisasi parameter burden dan spacing. Metode yang digunakan meliputi analisis karakteristik batuan di lapangan, prediksi fragmentasi dengan model Kuz-Ram, serta validasi menggunakan image analysis. Hasil menunjukkan fragmentasi < 80 cm sebesar 79,31% menurut Kuz-Ram dan 75,43% dari image analysis, masih di bawah target. Oleh karena itu, direkomendasikan konfigurasi peledakan dengan burden 3,4 meter, spacing 4,1 meter, dan panjang kolom bahan peledak 2,8 meter. Konfigurasi ini diperkirakan menghasilkan fragmentasi 91,4%, sehingga memenuhi target perusahaan.