Abstract


Makalah ini bertujuan untuk membedah pidato pembukaan IMF yang disampaikan Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo, melalui dua pendekatan, yakni struktur wacana mikro dan makro. Data primer dari penelitian ini berupa transkripsi lengkap dari teks pidato tersebut didapatkan dari Harian Digital Tempo tertanggal 14 Oktober 2018. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) penggunaan rantai identitas referensi dalam bentuk pronomina saya, kami, dan kita digunakan untuk membangun citra dan kredibilitas di hadapan audiensi (unsur ethos dalam retorika Aristoteles); (2) pengejawantahan relasi antara tema dan rima dalam mengonstruksi argumentasi digunakan untuk membentuk simpati baik kepada pemimpin dunia maupun kepada generasi pemilih milenial (unsur pathos dan logos). Penggunaan diksi-diksi perfilman seperti winter is coming, game of thrones dieksploitasi sedemikian rupa sebagai sarana satir atas hubungan diplomasi internasional yang kian merenggang sekaligus sebagai sarana mengekspresikan posisi, gagasan, dan keyakinannya yang cenderung mengedepankan diplomasi internasional.

Keywords


rantai leksikal, retorika, tekstualitas