Abstract
Capaian pembelajaran merupakan output dari kegiatan pembelajaran yang ditentukan melalui kegiatan pengukuran atau evaluasi, yang bertujuan mengukur tingkat pencapaian yang telah diraih. Sementara itu, keaktifan peserta didik merujuk pada keterlibatan atau kesibukan mereka dalam proses pembelajaran. Keaktifan ini muncul dalam berbagai bentuk kebutuhan belajar, namun tingkatnya dapat berbeda-beda bergantung pada bentuk kegiatan yang dilakukan, isi pelajaran yang sedang dikaji, dan sasaran yang hendak diraih. Rendahnya keaktifan peserta didik juga akan berdampak kepada hasil belajarnya itulah yang melatarbelakangi penelitian ini yang telihat pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tujuan penelitian adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk Persentase keaktifan belajar terjadi peningkatan yaitu siklus 1 pertemuan I (45 %), siklus 1 Pertemuan II (51,33%), Siklus 2 Pertemuan I (61,66%), Siklus 2 pertemuan II (73,33%). Begitu juga dengan persentase hasil belajar yaitu pratindakan (64,08%), siklus 1 (70,04%), dan siklus 2 (77,36%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan yang dapat dilihat pada siklus 2