Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menilai resiko, mengetahui tingkat resiko dan rekomendasi perbaikan dari setiap hazard yang ada di Bengkel dan Laboratorium Jurusan Teknik Elektro FT-UNP. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan metode hazard and operability (HazOp). Identifikasi bahaya menggunakan lembar HazOp berdasarkan titik kajian dari kegiatan yang di lakukan mahasiswa. Tahap selanjutnya adalah menilai resiko di setiap titik kajian pekerjaan dan memberikan rekomendasi perbaikan.  dengan memperhatikan titik kajian. Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Elektro FT-UNP. Hasil dari penelitian menemukan 347 hazard di Jurusan Teknik Elektro FT-UNP. Berdasarkan penilaian tingkat resiko terdapat 5 yang tergolong “ekstrim”, 8 yang tergolong “Tinggi”, 3 yang tergolong “Sedang”, 7 yang tergolong “Rendah” di Laboratorium Factory Automation. 4 yang tergolong “ekstrim”, 24 yang tergolong “Tinggi”, 4 yang tergolong “Sedang” pada Laboratorium Dasar dan Pegukuran listrik. 17 yang tergolong “Ekstrim”, 20 yang tergolong “Tinggi”, 18 yang tergolong “Sedang”, 12 yang tergolong “Rendah” pada Bengkel Dasar Instalasi listrik. 41 yang tergolong “Ekstrim”, 30 yang tergolong “Tinggi”, 30 yang tergolong “Rendah” pada Bengkel Instalasi Listrik. 17 yang tergolong “Ekstrim”, 28 yang tergolong “Tinggi”, 4 yang tergolong “Sedang”, 7 yang tergolong “Rendah” di Laboratorium Konversi Energi Listrik. 16 yang tergolong “Ekstrim”, 21 tergolong “Tinggi”, 6 yang tergolong “Sedang”, 28 yang tergolong “Rendah” pada Laboratorium Kontrol dan Instrumen


Keywords


Occupational Health and Safety, K3, hazop, hazard, risk level.