The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Abstract


Penerapan layanan digital dalam kegiatan konsultasi kearsipan merupakan bagian dari upaya transformasi layanan arsip untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas interaksi antara penyedia jasa dan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan layanan konsultasi kearsipan berbasis digital di PT Putraduta Buanasentosa serta mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi efektivitas penerapannya dalam konteks pengelolaan arsip modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci, serta studi pustaka sebagai sumber pendukung analisis. Kerangka analisis penelitian merujuk pada teori transaksi konsultasi arsip Stewart (1985) yang meliputi tahapan evaluasi, perencanaan, pengembangan, dan penyelamatan proyek sebagai dasar pemetaan proses layanan konsultasi kearsipan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konsultasi kearsipan digital telah diterapkan melalui pemanfaatan surat elektronik dan formulir daring sebagai media utama komunikasi antara pengguna dan penyedia layanan. Namun, implementasinya belum didukung oleh sistem digital yang terintegrasi dan otomatis, sehingga proses konsultasi masih bergantung pada peran account officer sebagai perantara utama. Kondisi ini berdampak pada rendahnya interaktivitas layanan, keterlambatan respons, serta belum optimalnya pendokumentasian dan penelusuran hasil konsultasi. Selain itu, ketiadaan standar operasional prosedur khusus layanan digital menjadi faktor penghambat dalam menjamin konsistensi dan kualitas layanan. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap kesenjangan antara konsep layanan konsultasi kearsipan berbasis digital dan praktik implementasinya, serta merekomendasikan pengembangan sistem layanan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.


Keywords


digital services archival consultation, digital archive