Budaya Mutu di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Payakumbuh Timur
), Nurhizrah Gistituati(2), Merika Setiawati(3), Fifin Wildanah(4), (1) Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang 
(2) Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang 
(3) Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang 
(4) Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang 
Corresponding Author
DOI : https://doi.org/10.24036/jbmp.v14i1.135083
Full Text:
Language : id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat budaya mutu di SMP Negeri Kecamatan Payakumbuh Timur melalui tujuh indikator utama, yaitu kepemimpinan berorientasi mutu, partisipasi warga sekolah, komitmen terhadap mutu, perbaikan berkelanjutan, penghargaan terhadap yang berprestasi, fokus pada kepuasan stakeholder, serta lingkungan fisik dan sosial yang mendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel sebanyak 60 guru ditentukan melalui teknik proportional random sampling dari populasi 138 guru di empat sekolah. Instrumen berupa angket skala sikap ditinjau dari validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mutu berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,23 dan tingkat capaian responden sebesar 84,86%. Indikator tertinggi terdapat pada aspek lingkungan fisik dan sosial serta komitmen terhadap mutu, sedangkan indikator terendah pada fokus kepuasan stakeholder. Pembahasan mengungkap bahwa peran guru sangat menonjol dalam menggerakkan budaya mutu, sementara keterlibatan orang tua dan pemanfaatan teknologi pembelajaran masih menjadi tantangan. Penelitian ini memberikan kontribusi baru berupa penguatan posisi guru sebagai penggerak utama budaya mutu di sekolah. Implikasi dari temuan ini mendorong pentingnya kebijakan sekolah berbasis kolaborasi, umpan balik stakeholder, dan transformasi digital. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan observasional langsung dengan instrumen yang lebih komprehensif untuk menggali peran pemangku kepentingan eksternal secara lebih mendalam.
Keywords
References
Ambawani, C. S. L., Kusuma, T. M. M., Sutama, & Sumardjoko, B. (2023). Faktor penyebab rendahnya akses Platform Merdeka Mengajar (PMM). Journal of Education Research, 4(4), 1880–1892.
Anwar, S. (2014). Budaya mutu dan implikasinya terhadap kinerja sekolah. Jakarta: Rajawali Pers.
Ary, D., Jacobs, L. C., & Sorensen, C. (2010). Introduction to research in education (8th ed.). Belmont, CA: Wadsworth.
Aziz, C. N. (2024). Implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pembinaan Professional Learning Community sekolah dasar di Kota Bandung (Tesis tidak dipublikasikan). Universitas Pendidikan Indonesia. Diakses dari https://repository.upi.edu/124390/
Bachtiar, A. (2025). Analisis dampak Platform Merdeka Mengajar terhadap tingkat inovasi guru TIK di Kabupaten Majalengka (Skripsi sarjana). Universitas Pendidikan Indonesia.
Cresswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (4th ed.). Pearson Education.
Deming, W. E. (2018). Out of the crisis. Cambridge, MA: MIT Press.
Depdikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemdikbud.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). (2024). Eksplorasi beban digital guru: Survei pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Aspirasi, Jurnal Sosial dan Pendidikan, (n.d.), n.p.
Gistituati, N., Susanti, L., Santoso, Y., Alkadri, H., Widiawati, & Achyar, N. (2022). Peningkatan kualitas guru dalam proses belajar mengajar berbasis HOTS. Lentera Negeri, 3(2), 34–41. https://doi.org/10.29210/99890
Goetsch, D. L., & Davis, S. B. (2014). Quality management for organizational excellence: Introduction to total quality (7th ed.). Prentice Hall.
Haq, A., & Amin, M. (2023). Pengaruh budaya mutu terhadap kedisiplinan dan kepuasan kerja guru. Jurnal Pendidikan dan Kepemimpinan, 11(1), 22–30.
Hoy, W. K., & Miskel, C. G. (2013). Educational administration: Theory, research, and practice (9th ed.). New York: McGraw-Hill.
Mulyasa, E. (2018). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Njiro, E. (2016). Educational quality assurance in developing countries: Challenges and opportunities. Routledge.
Nurlaela, L., Miyono, A., & Haryati, R. (2023). Budaya mutu dan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(2), 45–53.
Paperkampus.com. (2024). Pengembangan profesional guru di era digital melalui komunitas belajar. Diakses dari https://www.paperkampus.com/2024/08/pengembangan-profesional-guru-era.html
Purnama, L. (2017). Budaya mutu sebagai pilar dalam meningkatkan kinerja sekolah. Manajemen Pendidikan, 6(1), 101–110.
Riduwan. (2015). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alfabeta.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management (13th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Sallis, E. (2012). Total quality management in education (3rd ed.). New York: Routledge.
Setiariny, E., & Sodiyah. (2024). Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran guru di Provinsi Banten. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(2), 72–77.
Suhardin. (2024). Sistem manajemen mutu berbasis sekolah adaptif. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 14(1), 65–73.
Toliu, Z., Arsyad, A., & Lamatenggo, N. (2022). Implementasi sistem penjaminan mutu internal dalam peningkatan mutu pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 5(2), 19–26.
Wahyuni, S., Wibowo, M. E., & Hidayatullah, M. S. (2024). Development of a stakeholder satisfaction system model for service and education quality in the Faculty of Education, State University of Malang. Jurnal Teknologi Pendidikan, 26(3), 1181–1192.
Zulwiddi, N. (2023). Peran kepala sekolah dalam manajemen SDM untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(3), 55–63.
Article Metrics
Abstract Views : 188 times
PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 4 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.



