Abstract


Untuk menjaga stabilitas penyaluran tenaga listrik di dalam Sistem Tenaga Listrik-nya, PT. Pulp and Paper menggunakan Sistem Distribusi Lup pada substation utamanya. Hal ini menyebabkan arus hubung singkat yang mungkin terjadi dapat melebihi kapasitas arus puncak Pemutus Tenaga (PMT).

Oleh karena itu, PT. Pulp and Paper menggunakan Reaktor Pembatas Arus untuk membatasi arus gangguan tersebut. Perhitungan arus hubung singkat dilakukan pada bus substation utama. Dengan menjaga arus hubung singkat yang terjadi pada substation utama dalam batas aman, maka arus hubung singkat yang mungkin terjadi pada bus beban tidak akan melebihi kapasitas PMT.

Dari hasil perhitungan arus hubung singkat tiga fasa standar IEC 60909 dengan bantuan software ETAP 11, diketahui bahwa arus puncak hubung singkat 3 fasa pada substation AC 4, AC 11, dan AC 15 masih melebihi kapasitas arus puncak PMT. Dengan tambahan Reakor Pembatas Arus pada keluaran trafo TC 40, TC 11, dan TC 15 dengan ukuran reaktansi masing-masing 0.37779 ohm, 0.13203 ohm, dan 0.21701 ohm, maka arus puncak hubung singkat tiga fasa pada substation AC 4 turun dari 73.014 kA menjadi 62.734 kA, pada substation AC 11 turun dari 67.407 kA menjadi 62.421 kA, dan pada substation AC 15 turun dari 70.930 kA menjadi 62.731 kA. Dimana tegangan terendah pada bus beban adalah 19263 Volt

Keywords


Arus Hubung Singkat, Pemutus Daya, Reaktor