Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk, proses, serta karakteristik menggambar pada anak berkebutuhan khusus di jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB SLB Perwari Padang, dengan permasalahan utama ketidaksamaan kemampuan menggambar sebagai media ekspresi, komunikasi, dan terapi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan populasi seluruh peserta didik SLB dan sampel purposive sebanyak 7 siswa SDLB, 6 SMPLB, serta 4 SMALB. Data dikumpul melalui observasi, wawancara, dokumentasi karya gambar, serta keterlibatan peneliti dalam pembelajaran dengan menyediakan alat seperti kertas, pensil, krayon, dan spidol. Hasil menunjukkan gambar SDLB sederhana, simbolik, dengan warna terbatas dan garis dasar; SMPLB lebih beragam warna dan detail sederhana; SMALB terstruktur, variatif warna, meski belum realistis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gambar anak berkebutuhan khusus tidak hanya merepresentasikan kemampuan visual, tetapi juga mencerminkan emosi, pengalaman, dan pemahaman dunia anak.