The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Abstract


Abstrak

This study aims to identify and describe the form, function, and meaning of the traditional clothing of Bundo Kanduang in the batagak penghulu event in Nagari Kambang Timur, Pesisir Selatan Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, through interview techniques with informants consisting of penghulu, bundo kanduang, wedding stage entrepreneurs. The results of the study show that this traditional clothing consists of several devices, namely tingkuluak tanduak, basiba clothes, songket cloth, shawl. Jewelry (kaluang, galang). Each piece of clothing has a physical function as a marker of social and individual status. The function of clothing is not only to support appearance but also a representation of the values of bundo kanduang, such as honor, responsibility, and exemplary. The philosophical meaning contained in the clothing bundo kanduang as a role model in Minang society. This finding shows that traditional clothing does not only play a role as a cultural heritage, but as a medium for inheriting the values and identity of the Minang indigenous community.

Keywords: Form; Function; Meaning; Traditional Cloting; Bundo Kanduang

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna , pakaian adat Bundo Kanduang dalam acara batagak penghulu di Nagari Kambang Timur Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik wawancara terhadap informan yang terdiri atas penghulu, bundo kanduang, pengusaha pelaminan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pakaian adat ini terdiri dari beberapa perangkat yaitu tingkuluak tanduak, baju basiba, kain songket, salendang. Perhiasan (kaluang, galang). Setiap perangkat pakaian memiliki fungsi fisik sebagai penanda status sosial serta individual. Fungsi pakaian tidak hanya sebagai penunjang penampilan tetapi juga representasi nilai-nilai bundo kanduang, seperti, kehormatan, tanggungjawab, dan keteladanan. Makna filosofis yang terkandung dalam pakaian tersebut bundo kanduang sebagai suri tauladan dalam masyarakat minang. Temuan ini menunjukan bahwa pakaian adat tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi sebagai media pewarisan nilai dan identitas masyarakat adat minang.

Kata Kunci: Bentuk; Fungsi; Makna; Pakaian Adat; Bundo Kanduang