Abstract
Pengungkapan diri atau self-disclosure adalah komunikasi mengenai informasi diri individu yang secara aktif disembunyikan akan diungkapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh malu terhadap self-disclosure di media sosial pada remaja muslim yang dimediasi oleh kontrol diri. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja muslim dari siswa Madrasah Aliyah Negeri yang ada di kota Pekanbaru kelas X-XII yang menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah convenience sampling, dengan jumlah sampel 410. Pengumpulan data menggunakan tiga alat ukur yaitu: skala Al-Haya’ scale, Self-control dan Self-disclosure yang diberikan secara online pada siswa melalui guru Bimbingan Konseling setiap sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis mediator, dengan bantuan program JAMOVI. Penelitian ini membuktikan bahwa malu tidak mempengaruhi self-disclosure melalui self- control. Adanya malu pada remaja dapat mempengaruhi self-disclosure dalam arah yang positif, kecuali pada dimensi banyaknya informasi yang diberikan. Selain itu, dari penelitian ini juga diketahui bahwa malu mempengaruhi self-control, namun self-control tidak mempengaruhi self-disclosure.
Keywords
Malu (Al-Haya’), Self-disclosure, Self-control, Remaja Muslim, Media Sosial