PSEUDO-INKLUSI MULTIKULTURAL: KAJIAN KRITIS PADA STUDI KASUS SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI

Ridha Marissa El Seira(1), Aditya Aditama Putri Hikmatyar(2),
(1) Universitas Pendidikan Indonesia  Indonesia
(2) Universitas Pendidikan Indonesia  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24036/138177

Full Text:    Language : id

Abstract


Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) menjadi ruang pendidikan diaspora yang mempertemukan identitas nasional, keberagaman budaya, dan praktik inklusi. Penelitian ini bertujuan mengkaji relasi kuasa di balik klaim inklusivitas dan multikulturalisme pada sebuah sekolah Indonesia satu atap (PAUD–SMA) di luar negeri serta menganalisis apakah praktiknya mencerminkan inklusi transformatif atau pseudo-inklusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui analisis wacana kritis Foucauldian yang diperkuat konsep kapital linguistik dan kekerasan simbolis Bourdieu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang memiliki pengalaman langsung sebagai peserta didik sejak jenjang prasekolah hingga pendidikan menengah. Temuan menunjukkan bahwa dominasi bahasa Inggris membentuk hierarki kapital linguistik; multikulturalisme masih terbatas pada simbol budaya; pengawasan kamera menjadi teknologi disiplin; dan praktik bagi anak dengan autisme cenderung berupa integrasi administratif. Kehangatan komunitas diaspora yang dirasakan informan justru menyamarkan pola pseudo-inklusi yang berlangsung secara halus. Temuan ini memberikan refleksi kritis bagi pengembangan SILN dan praktik PAUD inklusif di Indonesia.


Article Metrics

 Abstract Views : 13 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.