Abstract


Penggunaan lebih dari satu bahasa pada anak usia dini semakin banyak ditemukan di lingkungankeluarga maupun pendidikan. Meskipun multilingualisme berpotensi meningkatkan fungsi eksekutif, seperti memori kerja, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi, sebagian anak juga menghadapi tantangan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi problem perkembangan kognitif pada anak multilingual, menganalisis faktor penyebabnya, menjelaskan dampaknya terhadap perkembangan anak, serta mengkaji strategi penanganan yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan, menelaah, dan mensintesis berbagai studi empiris dan kajian teoretis mengenai perkembangan kognitif anak multilingual. Analisis dilakukan melalui identifikasi pola temuan, pemetaan permasalahan, dan sintesis konsep dari literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak multilingual dapat mengalami kesulitan dalam memproses informasi, mempertahankan perhatian, dan mengingat instruksi secara efektif.  Hambatan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa tingginya beban kognitif dalam mengelola beberapa bahasa secara bersamaan serta faktor eksternal, seperti kurangnya stimulasi lingkungan, pola asuh yang tidak konsisten, dan keterbatasan interaksi sosial. Temuan ini sejalan dengan teori Vygotsky yang menegaskan bahwa perkembangan kognitif dimediasi oleh bahasa dan dukungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan kognitif pada anak multilingual dapat diminimalkan melalui lingkungan belajar yang adaptif, stimulasi kognitif yang konsisten, serta kolaborasi yang efektif antara orang tua dan guru sehingga anak tetap dapat memperoleh manfaat optimal dari kemampuan multilingualnya.

Kata Kunci: multilingual, perkembangan kognitif, bahasa, daya ingat