Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi dan praktik yang dilakukan guru untuk merangsang perkembangan motorik kasar anak di TK Muslimat NU 200 Kureksari, sekaligus mengenali tantangan yang mereka hadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel guru diambil secara purposif untuk kemudian di wawancara, diobservasi, dan dokumennya dianalisis. Analisis data mengikuti prosedur Miles dan Huberman, yakni dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengintegrasikan stimulasi motorik kasar secara sistematis melalui tiga strategi utama: (1) pemanasan fisik saat berbaris, (2) aktivitas motorik kasar di dalam kelas,dan (3) pemanfaatan optimal lingkungan luar ruangan dengan berbagai fasilitas permainan. Kepala sekolah berperan sebagai pendukung dengan menyediakan sarana prasarana dan memberikan keleluasaan bagi guru untuk berinovasi. Meskipun demikian, guru masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana, tekanan kurikulum akademis, dan perbedaan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu yang memadukan kegiatan terstruktur dan kebebasan berkreasi terbukti efektif dalam mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak.