Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran stimulasi verbal ibu dalam perkembangan artikulasi anak usia dini melalui studi perbandingan dengan metode kualitatif tentang dua subjek berusia 2,5 tahun, masing-masing dengan kondisi stimulasi lingkungan keluarga yang berbeda. Subjek pertama (H) menunjukkan kemampuan artikulasi yang baik dan konsisten, subjek kedua (S) mengalami kesulitan dalam kejelasan dan konsistensi pelafalan bunyi bahasa. Hasil observasi menunjukkan bahwa H tumbuh dalam lingkungan verbal yang aktif, dengan ibu yang secara sadar dan konsisten memberikan stimulasi bahasa melalui percakapan interaktif, pembacaan buku, nyanyian, koreksi lembut, serta penguatan positif. Sebaliknya, S mengalami keterbatasan stimulasi verbal di rumah, interaksi yang bersifat satu arah, serta minimnya koreksi dan penguatan dari orang tua. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran orang tua dalam memberikan stimulasi verbal sejak dini sebagai faktor kunci dalam pembentukan fonologis anak. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi bahasa yang aktif, responsif, dan penuh dukungan emosional memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan artikulasi anak. Intervensi edukatif kepada orang tua sangat dianjurkan guna mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal