Abstract
Salah satu kegiatan penambangan batubara adalah pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) yang diawali dengan penggalian dan pengangkutan selanjutnya ke lokasi pembuangan. Lapisan tanah penutup dipindahkan dari lokasi penggalian ke area pembuangan sehingga memerlukan penggunaan peralatan mekanis, termasuk ekskavator untuk pemuatan dan kendaraan pengangkut tugas berat. Keberhasilan dalam operasi penambangan, yang diukur dengan target produksi, menentukan apakah suatu perusahaan dapat mencapai keuntungan tahunan, sekaligus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja-yang merupakan dua komponen penting dalam sektor pertambangan. Banyak faktor lain yang juga berperan, seperti kondisi cuaca, faktor manusia, peralatan, dan bahkan jalan yang digunakan oleh kendaraan pengangkut yang membawa lapisan penutup dan batu bara. Meningkatkan produktivitas dan mengatasi hambatan-hambatan yang timbul di lapangan dengan memahami penghambat dan faktor pendukung agar tujuan produksi perusahaan dapat tercapai dan terlampaui. Untuk memaksimalkan proses penambangan material lapisan penutup, perlu dilakukan perhitungan jumlah peralatan pemuatan dan pengangkutan yang dibutuhkan, dan keserasian alat antara alat muat dan alat angkut serta waktu efektif yang digunakan untuk kegiatan penambangan. Berdasarkan informasi tersebut, penulis mengambil judul kajian produktivitas pada alat gali dan muat excavator CAT 395D dan alat angkut dump truck Komatsu HD 465 pada pengupasan overburden di PT. Kuansing Inti Makmur.