Abstract
Aktivitas penambangan batubara di PT Indomining berpotensi menyebabkan perubahan geomorfologi yang dapat memicu terjadinya longsor, terutama pada area dengan kemiringan curam dan batuan lempung pasiran. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi area rawan longsor dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi peta kelerengan, curah hujan, formasi geologi, serta tutupan lahan yang diolah melalui perangkat lunak ArcGIS Pro berbasis Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa area dengan kombinasi lereng terjal, curah hujan tinggi, dan litologi lempung pasiran memiliki tingkat kerawanan longsor tertinggi. Peta kerawanan yang dihasilkan menunjukkan kesesuaian dengan lokasi kejadian longsor aktual. Temuan ini penting sebagai dasar dalam mitigasi risiko geoteknik dan perencanaan tambang yang aman serta berkelanjutan di wilayah operasi PT Indomining.