Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi jarak aman flyrok maksimum 35 m serta menganalisis prediksi jarak lemparan flyrock dan mengidentifikasi parameter peledakan paling berpengaruh terhadap keselamatan alat Kleemann Mobiscreen MSS 802 Evo di Quarry Bukit Tapuan. Metode penelitian adalah penelitian terapan dengan pendekatan empiris, menggunakan model analisis dimensi yang dikembangkan oleh Ebrahim Ghasemi serta rumus empiris Richard and Moore. Data yang dibutuhkan meliputi parameter geometri peledakan aktual, yaitu burden, spacing, stemming, kedalaman lubang ledak, diameter lubang ledak, powder factor, dan panjang rata-rata kolom bahan peledak, serta jarak lemparan flyrock yang diukur menggunakan drone. Persamaan empiris dilakukan untuk menentukan konstanta spesifik lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stemming memiliki pengaruh yang kuat terhadap jarak lemparan flyrock, dengan nilai koefisien determinasi (R² = 81,23%) pada model empiris. Peledakan ujicoba yang dilakukan sebanyak 6 kali dengan pengawasan ketat pada stemming menghasilkan jarak lemparan aktual maksimum menjadi 35 meter, sehingga tujuan keselamatan yang diinginkan dapat tercapai.