Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi ditemukan di SLB Luak Nan Bungsu Payakumbuh yaitu siswa tunarungu dikelas VIII. siswa belum terampil dalam membuat kerupuk dari ikan lele. Pada saat proses pembelajaran dalam membuat kerupuk dari ikan lele peneliti mencoba menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pelaksanaan yang dilakukan pada saat penelitian terhitung delapan kali pertemuan tatap muka. Untuk melihat setiap tingkat kemampuan siswa maka setiap pertemuan pembelajaran selalu diadakan evaluasi. Tahapan-tahapan setiap kerja dalam siklus , yang pertama ada perencanaan, kedua pelaksanaan tindakan, yang ketiga observasi, dan selanjutnya refleksi. Data dianalisis dengan kuantitatif dan kualitatif, adapun teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan tes perbuatan. Pada saat membuat kerupuk dari ikan lele siswa selalu mendapatkan peningkatan dalam keterampilan membuat kerupuk lele dilihat dari hasil tes kemampuan yang dimilik siswa disetiap pertemuan. Delapan kali pertemuan yang dilakukan siswa didapatkan hasil setiap pertemuan yaitu BM 32,6%, 45,6%, 56,5%, 65,2%, 71,7%, 78,2%, 86,9%, 91,3% dan DN 21,7%,30,4%, 41,3%, 52,1%, 63,0%, 69,5%, 76,0%, 82,6%. Melalui pendekatan keterampilan proses dapat ditarik kesimpulan dari data di atas bahwa keterampilan dalam membuat kerupuk dari ikan lele mengalami peningkatan yang signifikan.
Keywords
Membuat Kerupuk Lele, Pendekatan Keterampilan Proses, Siswa Tunarungu