FENOMENA PENGGUNAAN DEEPFAKE PADA DUNIA COSPLAY

Ramadhan Irfan Abianto(1), Asep Ramdhan(2),
(1) Institut Teknologi Nasional Bandung  Indonesia
(2) Institut Teknologi Nasional Bandung  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24036/dekave.v16i1.138826

Abstract


Deepfake merupakan suatu teknologi yang dapat memanipulasi dan membuat foto, video, bahkan suara menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). AI deepfake dapat digunakan sebagai media hiburan, seni, pembelajaran atau eksperimen. Tidak jarang masyarakat menggunakan AI deepfake sebagai media hiburan mereka di media sosial atau di suatu komunitas, salah satu komunitas yang juga sering memanfaatkan AI yaitu komunitas cosplay di media sosial, dimana para cosplayer sering memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas cosplay mereka agar bisa lebih mirip dengan karakter yang mereka perankan ataupun mencari ide konsep untuk cosplay fotografi mereka, hal ini menunjukkan suatu aktualisasi diri dimana cosplayer menggunakan AI untuk mewujudkan potensi diri dan kreativitas agar bisa memberikan kepuasan batin dan kepercayaan diri saat cosplay. Akan tetapi, Pemanfaatan AI ini akan memberikan dampak negatif terhadap cosplayer di komunitas karena dapat dianggap berbuat curang ataupun merusak nilai seni dari cosplay. Tujuan penelitian ini yaitu mengumpulkan tanggapan terkait penggunaan AI pada cosplay kepada penggemar ataupun dari cosplayer itu sendiri. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan mencari data melalui artikel, buku, jurnal dan informan yang terlibat melalui kuesioner yang disebarkan kepada komunitas cosplay. Dari hasil yang dikumpulkan mayoritas informan memperbolehkan penggunaan AI hanya dalam skala kecil. Dengan mengetahui tanggapan tersebut, hal ini akan memberikan dampak baik terhadap komunitas cosplay terkait penggunaan AI yang baik di dalam cosplay.

References


Azmi Damanik, S., Gomo, S., & Khairah Anwar, M. (2022). The Indonesian Journal of Social Studies COSPLAY ADALAH “JALAN NINJAKU” (Vol. 6, Number 2). https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpips/index

Azzahra Fahmida, Amin Nur, & Asfari Barokah. (2024). Pengembangan Aktualisasi Diri: Kajian Pustaka tentang Faktor Penghambat dan Strategi Pendukung. Jurnal Flourishing, 4(2), 84–92. https://doi.org/10.17977/10.17977/um070v4i22024p84-92

Chandra Edy, Darmo Budi, Leony Cherane, & Wilona Vira. (2024). Analisa Perkembangan Cosplay Pada Generasi Z Di Indonesia Sebagai Potensi Kurikulum Peminatan DKV. JURNAL VISUAL, 19.

Glorify Paramita Djohanes, Sandiah Nasrun, & Mulianti Titiek. (2025). COSPLAY SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA POP JEPANG DARI PANDANGAN PENGGEMAR PADA KALANGAN GEN Z DI KOTA MANADO. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(3), 2025.

Hadori, & Mohamat. (2015). AKTUALISASI-DIRI (SELF-ACTUALIZATION); SEBUAH MANIFESTASI PUNCAK POTENSI INDIVIDU BERKEPRIBADIAN SEHAT (Sebuah Konsep Teori Dinamika-Holistik Abraham Maslow) 1 (Vol. 9, Number 2).

Khusna Hidayatul Itsna, & Pangestuti Sri. (2019). Deepfake, Tantangan Baru Untuk Netizen Deepfake, a New Challenge for Netizen. AGUSTUS 1945 JAKARTA 1 PROMEDIA, (2), 1–24.

Nurdin Wahyuni, & Nugraha Fadhil. (2025). NASIONAL INDONESIA. JIMR: Journal Of International Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.62668/jimr.v4i01.1551

Rohimah, S., Oktavianus, D., Ihsan, M., & Yuliono, A. (2024). Kabilah: Journal of Social Community EVENT COSPLAY SEBAGAI WAHANA EKSPRESI DAN PARIWISATA DI KOTA PONTIANAK. Kabilah: Journal of Social Community, 9(1). https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/353/345

Sulianta Feri. (2025). BukuDEEPFAKE.

Ziyadul Haq Annajih, M., & Sa, I. (2023). Konsep Self-Actualized Abraham Maslow: Perspektif Psikologi Sufistik. Jurnal BK Pendidikan Islam, 4(1), 43–52. https://doi.org/10.19105/ec.v1i1.1808


Article Metrics

 Abstract Views : 30 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.