Abstract
Permasalahan terkait efektivitas guru dan motivasi kerja merupakan pendorong utama kajian ini. Pertanyaan yang dirumuskan dalam studi ini adalah apakah motivasi kerja memengaruhi kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Distrik Kuranji. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi kerja memengaruhi kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Distrik Kuranji. Studi ini menggunakan desain asosiatif kausal dan bersifat kuantitatif. Populasi dalam studi terdiri dari 216 guru dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kecamatan Kuranji. Sampel sebanyak 70 orang dipilih menggunakan Teknik Pengambilan Sampel Acak Sederhana. Seluruh responden dalam studi ini diberikan kuesioner dengan skala Likert sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antarvariabel, serta analisis regresi linier sederhana untuk mengukur besarnya pengaruh variabel yang diteliti. Selain itu, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t dan koefisien determinasi (R²). Hasil studi mengindikasikan bahwa motivasi kerja guru termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan tingkat capaian sebesar 87,79%, sedangkan kinerja guru di SMK Negeri se-Kecamatan Kuranji berada pada kategori sangat baik dengan tingkat capaian sebesar 84,81%. Di SMK Negeri se-Kecamatan Kuranji, motivasi kerja memberikan kontribusi sebesar 68,4% terhadap kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki guru, maka kinerja yang dihasilkan juga akan semakin baik. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kinerja guru agar tetap berada pada kategori sangat baik, kepala sekolah disarankan untuk terus menjaga dan meningkatkan motivasi kerja melalui pemberian penghargaan, pembinaan, supervisi, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.