Penerapan Origami Dalam Pembelajaran Prakarya di Sekolah Dasar

Rahmi Oktayory Wikarya(1), Yusron Wikarya(2), Nessya Fitryona(3), Eswendi Eswendi(4), Irwan Irwan(5), Shindu Krisnanda(6),
(1) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(3) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(4) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(5) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(6) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2025 Rahmi Oktayory Wikarya, Yusron Wikarya, Nessya Fitryona, Shindu Krisnanda

DOI : https://doi.org/10.24036/abdihumaniora.v7i1.135821

Full Text:    Language : en

Abstract


Elementary school teachers encounter a range of challenges in fulfilling their professional responsibilities. These issues require systematic and gradual solutions. In collaboration with partner institutions, two priority areas were identified: (1) the conceptual development of origami as a craft lesson in elementary schools, and (2) the practical implementation of origami crafts in classroom. The problem-solving approach involved model development, counseling, and training activities. In line with the predetermined output targets, the program successfully produced several mandatory outputs: (1) scientific articles published in journals or proceedings, (2) articles disseminated through electronic media, and (3) short activity videos with a maximum duration of five minutes. Additional outputs included: (1) enhanced application of science and technology within the community through the integration of origami craft techniques at partner elementary schools, (2) improved community capacity reflected in increased knowledge and skills of participants, and (3) training products serving as methods, systems, or service-oriented innovations.


Keywords


Crafts; Origami; Elementary School

References


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013a/2022). Dokumen Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013b). Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri. Buku Ajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kusumaningrum, A. D. (2013). Efektivitas penggunaan kertas lipat (origami) dalam meningkatkan kreativitas pada anak (Skripsi). Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

LPPM UNP Padang. (2022). Panduan pelaksanaan penelitian. Padang: LPPM UNP Padang.

Nasrun, M., & Yatijah, C. M. (2012). Peningkatan motivasi belajar matematika melalui media gambar kertas origami (Skripsi). Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Noviea, V. S. (2020). Proses belajar siswa dalam pelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 42–52.

Rosmalah. (2021). Penerapan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 232–236.

Ruangguru. (2020, Juli 28). Origami: Mengenal pengertian dan manfaatnya sebagai media belajar. Jurnal Ruangguru.

Nugraha, S. P., & Muliatsih, D. (2013). Pengembangan kreativitas anak usia dini melalui origami. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 2(3), 183–187.

Widaningsih, E. (2016). Pembelajaran seni budaya dan keterampilan menumbuhkan kecerdasan moral secara kompetitif. EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 4(2).

Winarni, I. (2012). Upaya meningkatkan motorik halus anak kelompok B melalui seni melipat kertas di TK Pertiwi 12 Gading Sari Bantul (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.


Article Metrics

 Abstract Views : 28 times
 PDF Downloaded : 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Rahmi Oktayory Wikarya, Yusron Wikarya, Nessya Fitryona, Shindu Krisnanda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.