Abstract


Data Neraca Pendidikan daerah kemendikbud yang menunjukan nilai rata-rata Uji Kompetensi Guru (UKG) nasional berada di poin 53.02. Nilai ini tentu saja masih jauh dalam target Standar Kompetensi Minimal (SKM) 55. Sementara untuk wilayah kota Padang Panjang sendiri adalah 64.28 dan kompetensi guru pada level Sekolah Menegah Pertama berada diposisi kedua lebih rendah dibandingkan guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya kompetensi terendah ada pada kompetensi pedagogik. Hal ini tentu menjadi sumber masalah dalam keberlanjutan proses pembelajaran. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan bimbingan teknis penguatan pedagogik dalam framework TPACKatau Technological Pedagogical Content Knowledgemelalui model pembelajaran SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, and Redefinition) berbasis Mobile Aided Instruction.TPACK adalah framework pengetahuan guru abad 21 yang berguna menunjang skill pengajaran. Sementara SAMR adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi di kelas. Pengetahuan dan model ini dapat didukung pelaksanaannya oleh  aplikasi-aplikasi pembelajaran berbasis mobile yang atau Mobile Aided Instructionatau pengajaran berbantukan handphone.Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran 4.0


Keywords


TPACK, SAMR, Mobile-Aided Instruction