Utilization liquid waste of catfish pond as hydroponic nutrition in spinach (Amaranthus hybridus L.)

Alifya Putri Diva, Irma Leilani Eka Putri

Abstract


Catfish farming produces waste products that can be utilized as hydroponic nutrients in plants because they contain nutrients needed by plants. Hydroponics is a method of farming without soil that can be done on limited land. Spinach (Amaranthus hybridus L.) is a type of plant that has high nutrition which can be cultivated hydroponic. The purpose of this study is to determinate the effect liquid waste of catfish pond as hydroponic nutrition in spinach (Amaranthus hybridus L.). The research is experimental study.The study was conducted in February-October 2020, in laboratory and home wire of Biology, FMIPA, Universitas Negeri Padang. This study used a completely randomized design with 5 and 4 replications. Parameters of this study was plant height (cm), number of leaves, leaves area (cm2), wet weight(g), dry weight(g). The data was analized by using ANOVA and BNJ test at 5% level.The results of the study showed that liquid waste of catfish pond is significantly different from the height plants, the number of leaves, leaf width, wet weight and dry weight of spinach (Amaranthus hybridus L.).

Budidaya ikan lele menghasilkan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi hidroponik pada tanaman karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah yang dapat dilakukan pada lahan yang terbatas. Bayam (Amaranthus hybridus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nutrisi tinggi yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah cair kolam lele sebagai nutrisi hidroponik pada bayam (Amaranthus hybridus L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Oktober 2020, di laboratorium dan home wire Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 dan 4 ulangan. Parameter penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun, luas daun (cm2), berat basah (g), berat kering (g). Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tambak lele berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering bayam. (Amaranthus hybridus L.).


References


Andriyeni., Firman,. Nurseha., Zulkhasyni. 2017. Studi Potensi Hara Makro Air Limbah Budidaya Lele Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik. Jurnal agroqua. 15 (1): 71-75

Ansel, N., Violita., Irma L. 2018. The Effect of Sargassum sp. Liquid Organic Fertilizer In The Growth of Land Kangkung (Ipomea reptans POIR.) by Using Hydroponic. Biosaince. 2 (2): 65-75

Anton, K,. & Mufrida, Z,. 2018. Kajian Pemanfaatan Air Kolam Lele dengan Subtitusi Urin Kambing sebagai Nutrisi Hidroponik Sayuran Organik. Jurnal Budidaya tanaman Perkebunan Politeknik Hasnur. 4 (1): 1-4

Denanath, J, D., Ahirwar, R., Jain, K., Sharma, N., dan Gupta, S. 2009. A Pharmacological Review: Amaranthus spinosus.Research . Jurnal Pharmacognosy and Phytochemistry. 1(3): 169-172.

Gustia, H. 2014. Pengaruh Penambahan Sekam Bakar pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.). E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan, 1(1): 12-17

Hadi, R. Y., Heddy, Y. B., & Sugito, Y. 2015. Pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Produksi Tanaman, 3(4): 294-301

Hafni, E., Bagus, A., Giri, M., Darmawangsa., dan Rebo, E. 2015. Fitoremediasi Limbah Budidaya Ikan Lele ( Clarias sp.) dengan Kangkung (Ipomoea aquatica) dan Pakcoy (Brassica rapachinensis ) dalam Sistem Resirkulasi. Ecolab. 9 (2): 80-92

Iqbal, M. 2017. Simpel Hidroponik. Yogyakarta: Penerbit Andi

Irwan, A. W., & Wicaksono, F. Y. 2017. Perbandingan pengukuran luas daun kedelai dengan metode gravimetri, regresi dan scanner. Kultivasi, 16(3): 425- 429

Lakitan, B.2012. Dasar Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Nugroho, D. S. 2011. Kajian Pupuk Organik Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Putih dan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.).Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Nyakpa, M, Y., & A, M, Lubis. 1999. Kesuburan Tanah. Bandar Lampung: Universitas Lampung

Pairunan, A, K., J. L, Nanere., Arifin, S., Samosir., R. Tangkesari., J. R. Lalopua., B. Ibrahim., &H. Asmadji. 1997. Dasar Dasar Ilmu Tanah. Ujung Pandang: Badan Kerjasama P.T.N Indonesia Timur

Rahmah, A., Izzati, M., & Parman, S. 2014. Pengaruh pupuk organik cair berbahan dasar limbah sawi putih (Brassica Chinensis L.) terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea Mays L. Var. Saccharata). Anatomi Fisiologi, 22(1), 65-71.

Roidah IS. 2014. Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 1(2):45-53

Sitompul, S.M & Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press.

Subandi, M., Salam, N. P., & Frasetya, B. 2015. Pengaruh berbagai nilai EC (Electrical Conductivity) terhadap pertumbuhan dan hasil bayam (Amaranthus sp..) pada hidroponik sistem rakit apung (Floating Hydroponics System). Jurnal Istek, 9(2):136-152

Suryani, R. 2019. Hidroponik Budidaya Tanaman Tanpa Tanah. Yongyakarta: Pustaka Baru Press




DOI: https://doi.org/10.24036/0202262111834-0-00

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Alifya Putri Diva

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Bioscience is Indexed By: