Ethnoveterinary Pharmacology: Knowledge Identification of Sukarame Society, Carita, Pandeglang, Banten

Rizhal Hendi Ristanto, Lia Junita Harahap, Elsa Lisanti

Abstract


The use of chemical medicine in livestock soared. The price of expensive chemical medicine does not discourage people from turning to herbal medicines. The purpose of this study is to determine the level of public knowledge of ethnoveterinary pharmacology and diversity of herbal medicines in the village of Sukarame. This research is quantitative descriptive. Data was collected through observation, semi-structured interviews and identification. The sample in this study was the people in Sukarame village and the types of herbal medicines in Sukarame village. Data from the community was obtained through interviews and observations with the Purposive Sampling technique and data on the type of ethnoverinary obtained from identification. The results showed that public knowledge about ethnoveterinary pharmacology obtained an average score of 55%. The informants who provided data were men at 71% of the total informants. The types of herbal medicines used by the public are Zingiber officinale, Curcuma domestica, Physalis angulata, Piper betle.


Keywords


animal diseases, ethnoveterinary pharmacology, public knowledge

References


Agustina, L. (2006). Penggunaan Ramuan Herbal Sebagai Feed Additive Untuk Meningkatkan Performans Broiler. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Dalam Mendukung Usaha Ternak Unggas Berdaya Saing. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.

Assefa, A., & Bahiru, A. (2018). Ethnoveterinary Botanical Survey of Medicinal Plants in Abergelle, Sekota and Lalibela Districts of Amhara Region, Northern Ethiopia. Journal of Ethnopharmacology, 213, 340-349.

Bahri. (2005). Manajemen Kesehatan dalam Usaha Ternak Kambing. Lokakarya Nasional Kambing Potong. Balai Penelitian Veteriner, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Basri, C. & Sumiarto, B. (2017). Taksiran Kerugian Ekonomi Penyakit Kluron Menular (Brucellosis) pada Populasi Ternak di Indonesia. Jurnal Veteriner, 18(4), 547-556.

Benítez, G., González-Tejero, M. R., & Molero-Mesa, J. (2012). Knowledge of Ethnoveterinary Medicine in the Province of Granada, Andalusia, Spain. Journal of Ethnopharmacology, 139(2), 429-439.

Beriajaya. (2005). Peranan Vektor Sebagai Penular Penyakit Zoonosis. Pros. Lokakarya Nasional Penyakit Zoonosis. Puslitbang Peternakan. Bogor. 275-286.

Bonet, M.A., Vallès, J., 2007. Ethnobotany of Montseny Biosphere Reserve (Catalonia, Iberian Peninsula): Plants Used in Veterinary Medicine. J. Ethnopharmacol. 110,130-147.

Carrió, E., Rigat, M., Garnatje, T., Mayans, M., Parada, M., Vallès, J., (2012). Plant Eth-Noveterinary Practices in Two Pyrenean Territories of Catalonia (Iberian Peninsula) and in Two Areas of the Balearic Islands and Comparison with Ethnobotanical Uses in Human Medicine. Evid. Based Complement Altern. Med. 896295.

Effendy, M. (2012). Informasi dan Deskripsi Singkat Penyakit Phms (Penyakit Hewan Menular Strategis). Balai Besar Penelitian Veteriner. Kementerian Pertanian.

Dharmojono. (1996). Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ellen R. (2006). Ethnobiology and the Science of Humankind. Blackwell Publishing, Oxford, UK.

Hadi. S. & Sidik. (1992). Pengobatan Hepatitis dengan Fitofarmaka. Simposium Nasional Hepatitis. Yokyakarta.

Juswono, U.P., Noor, J.A.E. & Respati. A.D. (2013). Pengaruh Pemberian Kunyit (Curcuma Domestica) dalam Mempertahankan Kadar Protein Daging Sapi yang Menurun Akibat Radiasi. NATURAL B, 2(2).

Kurniawan, E. & Jadid, N. (2015). Nilai Guna Spesies Tanaman Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Tengger di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Jurnal Sains Dan Seni Its, 4(1), 2337-3520.

Lembar informasi pertanian (Liptan). Getah Pepaya Sebagai Obat Cacing Tradisional Pada Ternak Kambing/Domba. IP2TP Mataram No. 04/Liptan/2000 Instalasi Penelitian dan Pengkajian teknologi Pertanian Mataram.

Lestaridewi, N.K., Jamhari, M. & Isnainar. (2017). Kajian Pemanfaatan Tanaman Sebagai Obat Tradisional di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. e-JIP BIOL. 5(2), 92-108.

Mathias, M. & Mc. Corkle. (1989). Etnoveteriner Medicine, Zoology Departementy, The University of Nairobi, Kenya.

Miara, M. D., Bendif, H., Ouabed, A., Rebbas, K., Hammou, M. A., Amirat, M., Green, A., Teixidor-Toneu, I. (2019). Ethnoveterinary Remedies Used in the Algerian Steppe: Exploring the Relationship with Traditional Human Herbal Medicine. Journal of Ethnopharmacology,112164.

Moelyanto, R.D. & Mulyono. (2003). Khasiat dan Manfaat Daun Sirih, Obat Mujarab dari Masa Kemasa. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Murtidjo, B.A. (2006). Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Yogyakarta: Kanisius.

Muliani, H. (2015). Effect of Turmeric (Curcuma domestica vahl.) Extract On Broiler Blood Cholesterol Levels. Jurnal Sains dan Matematika, 23 (4), 107-111.

Mutaqin. (2015). Studi Etnoveterinari Farmakologi Pada Masyarakat Pasir Biru, Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(6), 1420-1424.

ILO. (2012). Kajian Ayam Buras dengan Pendekatan Rantai Nilai dan Iklim Usaha di Kabupaten Boven Digoel. Indonesia.

Priyantoro, S.T.Y., Sudjari & Karyono, S.S. (2004). Efek Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis minima L) Terhadap Relaksasi Otot Polos Terpisah Trakea Marmut (Cavia porcellus). Jurnal Kedokteran Brawijaya, 20(1), 35-37.

Putra, R.H.S., Surjowardojo, P. & Setyowati, E. (2017). Pemanfaatan Rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Dalam Menurunkan Tingkat Kejadian Mastitis Berdasarkann Uji Cmt dan Scc. Jurnal Ternak Tropika, 18(2), 22-28.

Putro, P. (2004). Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular Strategis Dalam Pengembangan Usaha Sapi Potong. Lokakarya Nasional Sapi Potong.

Ridhwan, M. (2019). Tingkat Keanekaragaman Hayati dan Pemanfaatannya di Indonesia. Jurnal Biology Education, 1(1), 1-17.

Saptiani, G., Hardi, E.H., Pebrianto, C.A. & Agustina. (2016). Ekstrak Daun Pepaya dan Kangkung Untuk Meningkatkan Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Lele. Jurnal Veteriner, 17(2), 2285-291.

Sastroamidjojo, S. (2001). Obat Asli Indonesia. Cetakan keenam. Dian Rakyat: Jakarta.

Soetitah S.H. (1992). Pemanfaatan Tumbuhan Untuk Pemeliharaan Ternak Secara Tradisional. Bogor: Puslitbang Biologi-LIPI.

Subronto. (1985). Ilmu Penyakit Ternak. Yogyakarta: UGM

Suhardono. (2004). Penyakit dan Upaya Penanggulangannya untuk Menekan Kematian Ternak Kerbau. Seminar dan Lokakarya Nasional Peningkatan Populasi dan Produktivitas Ternak Kerbau di Indonesia. Dinas Peternakan Kalimantan Selatan dan Pusat Bioteknologi LIPI.

Sulistia, G.G, Rianto, G, Suyana F.D, Purwantyastuti, Nafrialdi. (1995). Farmakologi dan Terapi Farmakologi. Jakarta: FKUI.

Tahalele, Y., Montong, M.E.R., Nangoy, F.J. & Sarajar, C.L.K. (2018). Pengaruh Penambahan Ramuan Herbal Pada Air Minum Terhadap Persentase Karkas, Persentase Lemak Abdomen dan Persentase Hati Pada Ayam Kampung Super. Jurnal Zootek, 38(1), 160-168.

Tamalene, M. N., Hasan, S., & Kartika, K. (2019). Local Knowledge and Community Behavior in the Exploitation of Parrots in Surrounding Area of Aketajawe Lolobata National Park. Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi, 12(1), 24-33.

Tentua, M. N. (2009). Sistem pakar diagnosa penyakit ayam. Jurnal Dinamika Informatika. 3(2), 95-110.

Udjianto, Abdullah. (2016). Beternak Ayam Kampung Pedaging dan Petelur Unggul. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Wiedosari, E. & Wahyuwardani, S. (2015). Studi Kasus Penyakit Ayam Pedaging di Kabupaten Sukabumi dan Bogor. Jurnal Kedokteran Hewan, 9(1), 9-13.

Yadnya, T. G. B. et al. Kajian Pemanfaatan Tepung Jahe (Zingiber Officinale Rose) Dalam Ransum Terhadap Lemak Abdominal dan Kadar Kolesterol Darah Itik Bali Afkir. Majalah Ilmiah Peternakan, 19(3), 97-100.

Zuroida, R & Azizah, R. (2018). Sanitasi Kandang dan Keluhan Kesehatan Pada Peternak Sapi Perah di Desa Murukan Kabupaten Jombang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(4), 434-4.




DOI: https://doi.org/10.24036/0201932106354-0-00

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rizhal Hendi Ristanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Bioscience is Indexed By: