Abstract


Sebuah Persawahan yang bagus bisa dilihat dari sistem Irigasi dan Hama yang terkontrol.  Di Indonesia, Irigasi masih berbentuk Konvensional, pembuatanya memperlukan waktu lama dan sukar pada sistem giliran karna tanpa pintu irigasi. Pada musim kemarau, sumber air untuk  irigasi sulit didapatkan sehingga persawahan kering dan gagal panen. Dalam masa tanam hingga panen, Petani dihadapkan kepada hama Tikus yang bisa menurunkan hasil produksi. Dengan perancangan purwarupa ini bisa membuat produksi Padi menjadi meningkat. Alat ini dilengkapi sensor kelembaban YL 69 sebagai pengukur kelembaban tanah yang akan disesuaikan dengan pintu irigasi sawah, pintu irigasi sawah akan digerakan oleh Motor Servo. Dalam menangulangi kekeringan pada persawahan, purwarupa ini mempunyai sebuah pompa air dari Motor DC yang akan menjadi suplai cadangan irigasi. Selain itu alat ini dilengkapi sensor Passive InfraRed sebagai pendeteksi hama tikus. Purwarupa ini berfungsi dengan baik, sehingga irigasi sawah bisa ditentukan dan pencegah hama tikus bisa dideteksi.


Keywords


YL 69 Sensor, Servo Motor, DC Motor, Passive Infrared Receiver Sensor