MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNIK KOLASE DENGAN BAHAN LIMBAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 15 LAKUANG KOTA BUKITTINGGI

Yunisrul Yunisrul

Abstract


Penelitian ini membahas tentang keterampilan teknik kolase yang masih rendah karena guru belum mampu memperagakan langkah-langkah dalam membuat keterampilan kolase secara efisien. Dalam praktiknya, guru hanya fokus pada penilaian akhir dari karya tersebut tanpa memerhatikan penilaian proses, padahal penilaian proses dapat digunakan untuk mendeskripsikan keterampilan teknik kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah pada metode pembelajaran yang belum bervariasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan keterampilan membuat kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membuat kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah dapat meningkatkan keterampilan siswa mulai dari 59,7% menjadi 70,3%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa dapat menempel bahan limbah dengan terampil sementara guru hanya berperan sebagai fasilitator atau motivator di kelas.

 

Kata kunci: Teknik Kolase, Bahan Limbah.

 

 

IMPROVING SKILLS OF COLLAGE TECHNIQUE BY USING WASTE MATERIALS

IN ELEMENTARY SCHOOL NO. 04 BIRUGO BUKITTINGGI

 

Abstract

This study discusses about the skill of collage techniques which is still low because the teacher has not been able to demonstrate the steps of making collage efficiently. Practically, the teacher just focuses on the result of the artwork without engaging the assessment of its process, whereas it is useful to describe the skills of collage technique by using waste materials in the model of unvaried learning.

This study is a Classroom Action Research using qualitative and quantitative approaches. The purpose of this study is to repair or improve the skills of making collage by using waste materials. The results show that making collage by using waste materials can improve students’ skills from 59,7% to 70,3% at the end. From that It can be concluded that the students can adhere the waste materials skillfully and the teacher just plays role as a facilitator or motivator in the class

 

Keywords: Collage Technique, Waste Materials.

Full Text:

PDF 44-56

References


Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Jakarta: Depdiknas.

Ngasiran. (2008). Memaknai Seni Rupa Alternatif Indonesia Diambil pada 04 Januari 2012 dari http://www.TembokBomber.com. Diakses tanggal 04 Januari 2012.

Oho, G. (1986). Pendidikan Kesenian Seni Rupa. Jakarta: Depdiknas.

Soemarjadi. (1992). Pendidikan Keterampilan. Jakarta: Depdiknas.

Sumanto. (2006). Pengembangan Kreatifitas Seni Rupa Anak Sekolah Dasar. Jakarta. Depdiknas.

Warsono, dkk. (2007). Sebi Budaya dan Keterampilan Kelas 1 SD. Jakarta. Depdiknas.




DOI: https://doi.org/10.24036/jippsd.v1i1.7933

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Plagiarism Check with:

Reference Management Tool:

P-ISSN: 2622-5069

E-ISSN2579-3403