HOMOGENISASI BUDAYA MASYARAKAT TERHADAP TARI ILAU DI KELURAHAN KAMPAI TABU KARAMBIA KOTA SOLOK SUMATERA BARAT

Ninon Syofia(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author




Abstract

HOMOGENIZATION OF CULTURAL COMMUNITY TOWARD ILAU DANCE IN THE VILLAGE KAMPAI TABU KARAMBIA SOLOK MUNICIPALITY WEST SUMATRA

Ilau dance is a traditional dance at Kampai Tabu Karambia, Solok Municipality of West Sumatera. Ilau dance is in fact an imitation of Ilau tradition as a medium of funeral ritualsm wich is becoming a performance of Ilau. As a tradition performance, the existence of Ilau dance was formed, lived and developed by the support of this community, especially as the elites of custom and gevermment of Solok Regency.Ilau dance life and developing in the village community Kampai Tabu Karambia, as part of the city of Solok with pluralistic society, a mixture between natives and immigrants or migrants. This dance is not only supported by the social structure of origin, but also from the citizens of migrants who come from different backgrounds and professions. With this spirit of togetherness and a sense of belonging as a from of local genius is a from of cultural homogenization of local communities, to the existence of Ilau dance.The research this a qualitative research applied descriptive analytic interpretative method in order to get an uderstanding aboutspirit of together and a sence of belonging as a from local genius is a from of cultural homogenization of local communities, to the existence of Ilau dance.

Kata kunci: dance, ilau, cultural homogenization

 

Abstrak

 

Tari Ilau merupakan sebuah tari tradisional Minangkabau yang terdapat di Kelurahan Kampai Tabu Karambia Kota Solok Provinsi Sumatera Barat. Tari tersebut merupakan bentuk peniruan atau imitasi dari tradisi Ilau sebagai sarana ritual dalam upacara adat kematian yang saat ini dapat dijumpai dalam penyajian tari Ilau. Sebagai bentuk kesenian tradisional, keberadaan dan terbentuknya tari ilau serta hidup dan berkembangnya tari ilau tidak terlepas dari dukungan masyarakatnya yang plural-campuran antara penduduk asli dan pendatang atau perantau- termasuk tokoh adat dan pejabat pemerintah Kota Solok serta jajarannya. Dengan adanya dukungan dari masyarakat, terbentuklah semangat kebersamaan dan rasa saling memiliki tari ilau sebagai bentuk kearifan lokal. Hal ini sebagai wujud homogenisasi budaya masyarakat setempat terhadap keberdayaan tari Ilau. Oleh sebab itu, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis dan metode tersebut bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang adanya semangat kebersamaan  dan rasa saling memiliki sebagai bentuk kearifan lokal dan wujud homogenisasi budaya masyarakat setempat terhadap tari Ilau.

Kata kunci: tari, ilau, homogenisasi budaya



Keywords

tari, ilau, homogenisasi budaya

References

Abdullah, Irwan. 2009. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Daryusti. 2010. Lingkaran Lokal Genius & Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta: Multi Grafindo.

Kayam, Umar. 1981. Seni Tradisi dan Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.

.

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKis Pelangi Aksara.

Purwanto, Hari. 2005. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentyaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: Universitas Indonesia.

Soedarsono. 2001. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung:MSPI.

Winarno, Herimanto. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.24036/jh.v15i1.6415
10.24036/jh.v15i1.6415

Article Metrics

Abstract View : 141 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 56 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Humanus